Nama: Reza
Anugrah
NPM: 15215817
KELAS: 1EA26
MANUSIA dan HARAPAN
1 Pengertian
Harapan
Setiap
manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati
dalam bidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan
tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan
kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda,
biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai
harapan yang bcrlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang
itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
Berhasil
atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan,
misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak
ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai.
Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A, lulus pun mungkin
tidak.
Harapan
harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun
kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha
dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa
merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan
berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga
harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi, Dengan demikian
harapan menyangkut masa depan.
Contoh:
* Hadir seorang
wiraswasta yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan
usahanya menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan,karena
itu berusaha bersungguh-sungguh dengan
usahanya.
Dari kedua
contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadir ialah teljadinya
buah keinginan. karena itu mereka bekerja keras. Budi belajar tanpa
mengenal waktu dan Hadir bekerja tanpa mengenallelah. Semuanya itu dengan
suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk
mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan
apa yang diharapkan BHa dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan
mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan eita-cita pada umumnya
perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam
yaitu :
* keduanya
menyangkut masa depan karena belurn terwujud
* pada urnurnnya
dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik
atau meningkat.
2 Apa Sebab Manusia
Mempunyai Harapan
Menurut
kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung
disambut dalam suatu pergaulan hidup. yakni di tengah suatu keluarga atau
anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari
pergaulan hidup. Ditengah-tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup
dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental! spiritualnya. Ada dua hal
yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain. yakni dorongan
kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan
kodrat
Kodrat ialah
sitar, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri
manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.Misalnya menangis,
bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan scbagainya.
Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan
kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya
menangis, tertawa, bergembira dan sebagainya. Seperti halnya orang yang
menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan
agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa,
harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah
mereka.
Kodrat
juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan
tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat
manusia ialah kodrat binatang. walau bagaimanapun juga besar sekali
perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia
memiliki budi dan kehendak, Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih.
Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia
harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia
dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan
mana yang salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat
memilih.
Dalam diri
manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan
kemampuan untuk hidup bergaul, hidup berrnasyarakat atau hidup bcrsama
dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai
harapan.
Dorongan kebutuhan
hidup
Sudah kodrat
pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup
itu pada garis besarnya dapat dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan
kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmaniah misalnya : makan, minum. pakaian,
rumah. (sandang, pangan. dan papan). ketenangan, hiburan, dan
keberhasilan.
Untuk
memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.
Hal ini disebabkan. kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan
fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.
Dengan
adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai
harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya.
Menurut Abraham
Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu
ialah :
a) kelangsungan
hidup (survival)
b) keamanan (
safety)
c) hak dan
kewajiban mencintai dan dicintai (beloving and
love)
d) diakui
lingkungan (status)
e) perwujudan
cita-cita (self actualization)
Kelangsungan hidup
(survival)
Untuk
melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, pangan dan papan(tempat
tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi
lahir.
Setiap
bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi
makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terus berkembang sesuai
dengan perkembangan hidup manusia
Sandang, semula hanya
berupa perlindungan/keamanan, untuk melindungi dirinya dari cuaca. Tetapi
dalam perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan
kemanan, tetapi lebih cendenmg kepada kebutuhan
lain.
Papan yang
dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Rumah kebutuhan primer
manusia, karena rumah itu sebagai tempat berlindung, dari panas, gelap,
dan sebagainya.
Untuk
mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan itu, maka manusia sejak
kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi harapan
memperolleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi. Atau
tiap manusia perlu kerja keras dengan harapan apa yang diinginkan :
pangan, sandang dan papan yang layak terpenuhi.
Keamanan
Setiap orang
membutuhkan keamanan.Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan.
Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah
agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh
ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin dilindungi. Rasa aman tidak
harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang
lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara
memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik
keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan
berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
Hak dan kewajiban
mencintai dan dicintai
Tiap orang
mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula
kesadaran akan hak dan kewajiban.Karenaitu tidakjarang anak-anak remaja
mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih keeil saja,
semua diatur!” ltu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan
hak dan kewajibannya.
Bila seorang
telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya
mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.Pada saat seperti ini remaja
banyak mengkhayal. Ia telah sadar akan keberadaannya.Pada usia itu, biasanya
terjadi konflik batin pada dirinya dengan pihak orang tua. Sebab umumnya remaja
mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan
alamnya.
Status
Setiap
manusia membutuhkanstatus. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu
“untuk apa” ada lirik yang berbunyi “aku ini anak siapa, mengapa aku ini
dilahirkan”, Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap
manusia yang lahir di bwni ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status
keberadaannya. Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam
negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia Harga diri
orang antara lain melekat pada status orang.itu. Misalnya ada anak haram,
biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa
orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif. Bahkan ada
orang yang berpendapat jangan memberi makan/pertolongan kepada anak jadah
(haram). Alangkah kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh
status ini berarti orang menguasai hak milik nama baik, ingin berprestasi, ingin
mengingkatkan harga diri, dan sebagainya
Perwujudan
cita-cita
Selanjutnya
manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau
kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat
atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui
kehebatannya.
3
Kepercayaan
Kepercayaan
berasal dari kata percaya. Artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan
kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar ia tidak percaya pada diri sendiri
saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu kurang dapat
dipercaya. Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah kita harus
percaya akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu diambil dari
ajaran Al-Quran.
Ada jenis
pengetahuan yang dimiliki seseorang. bukan karena merupakan hasil
penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan
yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu dapat
dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya. melainkan orang yang
memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari
orang lain atas kewibawaann yaitu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan
yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar
kepercayaan.
Dalam agama terdapat
kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan –
langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu
ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang
paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga
hak bcr agama menurut keyakinan.
Dalam hal
beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang
beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
Kebenaran
Dalam
agama Budha ada ajaran yang dinamakan “jalan utama delapan ruang”. Yang
isinya, agar setiap pemeluknya memiliki pandangan yang benar, perbuatan yang
benar, mata percaharian yang benar, permatian yang benar, dan
konsentrasi yang benar.
Tujuan ajaran itu agar
pemeluknya tidak mengalami duka, kegelisahan,dan
ketidakpastian.
Ajaran kebenaran itu
juga kita temui dalam agama-agama lain.
Jelaslah bagi kita,
bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah
sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, mernperjuangkan
kebenaran. Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “filsafat IImu, sebuah
pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut
:
1) Teori koherensi
atau konsistensi
Yaitu suatu
pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten
dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap
benar.
Contoh : setiap
manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mati
2) Teori
korespondensi
Suatu
teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi
pengetahuan yang dikandung pemyataan itu berkorenponden(berhubungan) dengan
obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Contoh : Jakarta itu
ibukota republik Indonesia
3) Teori
pragrnatis
Kebenaran
suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat
fungsional dalam kehidupan praktis.
Dalam
berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga
ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat,
Sebab ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau
menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya
lagi.
4 Berbagai Kepercayaan
dan Usaha Mengingatkannya
Dasar
kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu
dapat dibedakan atas :
1. Kepercayaan pada
diri sendiri
Kepercayaan
pada diri sendiri itu ditanarnkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri
sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, Percaya pada diri
sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu
mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan
kepadanya.
2. Kepercayaan
kepada orang lain
Percaya
kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau
siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata
hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada
ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang
berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain,
apalagi membuat janji kepada orang lain.
3. Kepercayaan kepada
pemerintah
Berdasarkan
pandanganteokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya
Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah
dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan
sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama
pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan,
sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan).
Pandangan
demokratis mengatakanbahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik
rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya
realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang.
mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan
(totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut
negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia
perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara
diktator)
Jelaslah
bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau
pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karcna itu wajarlah
kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada
negara/pemerintah.
4. Kepercayaan kepada
Tuhan
Kepercayaan
kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu
bukan dengan sendirinya, tctapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti
keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaanitu amat penting, karena
merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dcngan Tuhannya.
Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mcmpunyai
kepercayaan kcpada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan
daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat
pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kcpada Tuhan, sebab Tuhanlah
yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang
maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya
tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kcpada zat
tersebut.
Berbagai
usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha
itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu
antara lain :
a) meningkatkan
ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b) meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat
c) meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong.
dermawan, dan sebagainya
d) mengurangi nafsu
mengumpulkan harta yang berlebihan
e) menekan perasaan
negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya
DAFTAR
PUSTAKA
1.Suyadi.
MP., Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Universitas Terbuka, Jakarta
1985
2.Hartono,
Drs, dkk., Ilmu Budaya Dasar, CV . Pelangi, Surabaya,
1986
3.Samsurizal,
Ilmu Budaya Dasar , Nur , Cahaya, Yogyakarta, 1987
4.Mochtar
Hadi, Ilmu Budaya Dasar, UNS, Surakarta, 1986


0 komentar:
Posting Komentar