Diberdayakan oleh Blogger.

MANUSIA DAN KEINDAHAN

( Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar )

Disusun Oleh :
REZA ANUGRAH
(15215817)
Kelas :
1EA26
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA

Kata Pengantar
         Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karna dengan karuniaNya lah pada akhirnya kami, selaku penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ MANUSIA DAN KEINDAHAN”. Makalah ini di susun dan dibuat berdasarkan materi materi yang ada. Materi materi ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa dalam belajar ilmu budaya dasar.
       Makalah ini ditulis berdasarkan preferensi dari artikel yang berkaitan dengan ilmu budaya dasar. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Sarwoko selaku dosen pengajar mata kuliah soft skill ilmu budaya dasar atas bimbingan dan pengarahannya dalam penulisan dan penyusunan makalah ini. Dan juga kepada rekan rekan mahasiswa yang telah membantu sehingga dapat meneyelesaikan makalah ini.
       Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya, maka dari itu kritik dan saran dari pembaca tentunya akan mampu membawa penulis menuju perbaikan yg lebih baik.
         Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.


Penulis
                                   

                                         MANUSIA DAN KEINDAHAN

PENGERTIAN KEINDAHAN
Apa itu keindahan? Kata keindahan berasal dari kata indah yang berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Tentunya kita semua dan saya sendiri tahu  bahwa keindahan merupakan sesuatu, baik itu benda, pemandangan atau bahkan alunan musik yang enak dilihat, didengar dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Kita sebagai manusia tentunya menyukai keindahan, contohnya keindahan akan lukisan yang dipajang di ruang tamu kita, karena lukisan tersebut indah maka kita memasangnya di ruang tamu karena lukisan tersebut indah, bagus, dan memiliki nilai estetika dan seni yang tinggi.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya yang berjudul “Garis Besar Estetika”, menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris, keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau” dalam bahasa Italia dan Spanyol “bello” yang berasal dari bahasa latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek menjadi “bellum”.
Selain itu, pengertian keindahan dapat dilihat dalam arti luas, estetik murni, dan terbatas.
Keindahan dalam arti luas, yaitu keindahan dalam ide kebaikan, watak yang indah, dan hukum yang indah. Keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga indah.
Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang pada hubungannya dengan apa yang diserapnya.
Keindahan dalam arti terbatas, yaitu keindahan yang dapat diserap seseorang melalui panca indera.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula bangsa Yunani pada jaman dahulu yang di dalamnya tercakup kebaikan. Bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symmetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan, misalnya pahatan sebuah patung atau lukisan. Kemudian “harmonia” untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi, pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi keindahan seni, alam, moral, dan intelektual.
Keindahan juga memiliki nilai-nilai, yaitu nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik.
- Nilai intrinsik: sifat baik yang terkandung di dalamnya.
- Nilai ekstrinsik: suatu alat untuk membantu suatu hal.
Keindahan yang kita rasakan dalam hidup ini, dapat kita kita nikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang dinikmati menurut selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstensi. Kontemplasi adalah dasar dari dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menimati sesuatu yang indah. Penggabungan kontemplasi dan ekstensi dan dihubungkan di luar diri manusia maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesuatu yang indah akan menarik perhatian orang.
RENUNGAN

Renungan berasal dari kata dasar renung, yang berarti diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Saya sendiri pastinya pernah merenung, merenungkan hal-hal yang telah terjadi selama hidup saya, memikirkan kembali segala sesuatu yang saya alami dalam hidup saya, kemudian memikirkan dalam-dalam segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya, baik buruknya, bermanfaat atau tidaknya dan sebagainya. Hasil dari saya merenung itu disebut sebagai renungan.
Ada beberapa teori dalam renungan, yaitu:
1. Teori Metafisik
Teori ini merupakan salah satu teori tertua yang berasal dari Plato, yang karya-karya tulisannya sebagian membahasa estetik filsafati, konsepsi keindahan, dan teori seni. Mengenai sumber seni, Plato mengemukakan teori peniruan. Hal ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita ilahi. Dalam jaman modern ini, teori metafisik lainnya dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Menurut beliau, seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita.
2. Teori Psikologis
Sebagian ahli estetik abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanyna dengan menggunakan metode-metode psikologis. Misalnya, menurut teori psikoanalisi bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginana alam bawah sadar seseorang. Teori lain yang dapat dimasukkan ke dalam teori psikologis adalah teori penandaan yang memandang seni sebagai suatu tanda atau lambang manusia. Menurut teori penandaan, karya seni adalah iconic signs dari proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dari perasaannya.
3.  Teori Pengungkapan
Dasar dari teori ini adalah bahwa “art is an expression of human feeling”. Teori ini berhubungan dengan yang  dialami seorang seniman yang akan menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal adalah seorang filsuf Italian bernama Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yang berjudul “Aesthetic as  Science of Expression and General Linguistic.” Dalam buku tersebut, beliau menyatakan bahwa “art is expression of impressions (seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan)
KESERASIAN

Kata serasi, mendengar kata tersebut pastinya yang terlintas di pikiran kita adalah cocok, pas, atau sesuai. Keserasian, berasal dari kata serasi, dimana serasi memiliki arti cocok atau sesuai benar. Kata cocok mengandung unsur perpaduan , pertentangan ukuran, dan seimbang. Segala sesuatu yang serasi pasti menghasilkan suatu keindahan, misalnya keserasian pakaian yang kita kenakan, maka akan terlihat indah dan enak untuk dilihat. Ada beberapa teori keserasian, diantaranya:
1. Teori Objektif
Teori ini berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika adalah sifat  yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori ini adalah Plato, dan Hegel.
2. Teori Perimbangan
Teori ini berpendapat bahwa keindahan dianggap sebagai kualitas dari benda-benda yang disusun. Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan atau perbandingan angka-angka. Pendukung teori ini adalah Pythagoras.
Kesimpulannya, menurut saya  segala sesuatu yang serasi pasti akan menghasilkan suatu keindahan yang enak untuk dilihat mata kita dan keserasian tersebut membuat kita merasa senang dan nyaman. Dalam hidup, kita juga harus memperhatikan keserasian dalam segala aspek baik dalam hal berpakaian, selera seni, atau bahkan dalam kehidupan bersama dengan sesama manusia.
3. Teori Subjektif
Teori ini berpendapat bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung teori ini adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry.

sumber : http://www.anneahira.com/manusia-dan-keindahan.htm
sumber : Buku IBD Universitas Gunadarma karangan Widyo Nugroho dan Achmad Muchji

Read comments

III

Nama :Reza anugrah
Kelas :15215817
NPM   :1EA26



Bab 3. Manusia dan Cinta Kasih ( Pertemuan 4 ) [ Ilmu Budaya Dasar ]




# Pengertian Cinta Kasih dan Sayang

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W.J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Erich Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.


# Pengertian Kasih Sayang

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,  sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.

  
# Macam-macam Cinta

Menurut Erich Fromm (1983 : 54) dalam bukunya Seni Mencintai mengemukakan tentang adanya berbagai macam-cinta yang dapat di uraikan sebagai berikut :

  1. Cinta Diri Sendiri
Secara alami manusia mencintai dirinya sendiri (self love) dan banyak orang yang menafsirkan cinta diri sendiri diidentikan dengan egoistis. Jika demikian cinta diri sendiri ini bernilai negatif. Namun apabila diartikan bahwa cinta diri sendiri adalah mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jamsmani dan rohaninya terpenuhi seimbang  ini bernilai positif. Dengan demikian cinta terhadap dirinya tidak harus dihilangkan tetapi harus berimbang dengan cinta kepada orang lain untuk berbuat baik.


  1. Cinta Sesama Manusia / Persaudaraan
Cinta kepada sesama manusia atau persaudaraan (agape. Bahasa Yunani) itu merupakan watak manusia itu sendiri dan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatannya kepada sesama manusia. Perbuatan dan perlakuan yang baik kepada sesama manusia bukan berarti karena seseorang itu membela, menyetujui, mendukung dan berguna, bagi dirinya, melainkan dating dari hati nuraninya yang ikhlas disertai tujuan yang mulia. Motivasi perbuatan dan perlakuan seseorang mencintai sesama manusia itu disebabkan karena pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai makhluk social) dan sudah merupakan suatu kewajiban.

  1. Cinta Erotis 
Cinta yang erat dorongannya dengan dorongan seksual (sifat membirahikan) ini merupakan sifat eksklusif (khusus) yang bias memperdayakan cinta yang sebenarnya. Hal itu dikarenakan cinta dan nafsu tersebut letaknya tidak berbeda jauh. Disi lain Cinta erotis jika didasari dengan cinta ideal, kasih sayang, keserasian maka berfungsi dalam melestarikan keturunan dalam ikatan yang sah yaitu pernikahan. Sebaliknya jika tidak didasari kasih sayang yaitu nafsu yang membutakan akal pikiran sehingga yang ada hanya nafsu birahi didalamnya akan timbul rasa ketidak puasan bias berakhir dengan sebuah perceraian bahkan akan mungkin timbul juga perselingkuhan atau ke tempat pelacuran yang didalamnya tidak mungkin akan timbul rasa kasih sayang karena yang ada hanya nafsu birahi berhubungan badan saja, dengan uang sebagai bayarannya.

  1. Cinta Keibuaan 
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.

  1. Cinta terhadap Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain.

  1. Cinta terhadap Rasul
Ini merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.


# Mewujudkan Cinta Kasih 

Untuk dapat mewujudkan cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :

  1. Cara mewujudkan cinta diri sendiri
Dapat dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi- wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.

  1. Cara mewujudkan cinta sesama manusia / persaudaraan
Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910) seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859) mendirikan Palang Merah International (1863)

  1. Cara mewujudkan cinta erotis
Dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.

  1. Cara mewujudkan Cinta Keibuan
Dapat dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari segala kesusahan.

  1. Cara mewujudkan Cinta kepada Allah
Dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.

  1. Cara mewujudkan Cinta kepada Rasull
Dapat dilandasi dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.



# Hubungan antara Manusia dan Cinta Kasih

Dari pembahasan ini dapat ditarik suatu kesimpulan :
  1. Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang
  2. Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
  3. Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
  4. Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.


Sumber : 
1. Buku Ilmu Budaya Dasar
Penulis : Drs. Supartono W ,2004. Jakarta: Ghalia Indonesia

Read comments

BAB II

Nama :Reza anugrah
Kelas :15215817
NPM   :1EA26

ILMU BUDAYA DASAR

1.    Pendekatan Kesusastraan 

Ilmu budaya dasar atau bahasa luarnya di sebut basic humanities. Kata humanities awalnya berasal dari negara inggris yang berarti dalam bahasa indonesia adalah sastra. kata humanities berasal dari bahasa latin yang artinya adalah berbudaya dan halus. Sastra dalam arti khususnya itu biasa kita gunakan dalam kebudayaan adalah ekspresi dan isi hati dari perasaan manusia yang diungkapkan dalam bentuk pandangan cerdas yang dituangkan dalam bentuk sesuatu hal yang mencerminkan sebuah keindahan, Secara morfologis, kesusastraan dibentuk dari dua kata, yaitu su dan sastra dengan mendapat imbuhan ke- dan -an. Kata su berarti baik atau bagus, sastra berarti tulisan. Secara harfiah, kesusastraan dapat diartikan sebagai tulisan yang baik atau bagus, baik dari segi bahasa, bentuk, maupun isinya.

Pengertian Sastra Dan Seni Dalam Pengertian Umum
Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Yang agak biasa adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Sastra meliputi segala bentuk dan macam tulisan yang ditulis oleh manusia, seperti catatan ilmu pengetahuan, kitab-kitab suci, surat-surat, undang-undang, dan sebagainya yang dalam arti khusus dapat kita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan perasaan manusia. Jadi, sastra adalah hasil budaya dapat diartikan sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.

2.    Peranan Sastra

Prosa, puisi, lakon, skenario, skripsi, risalah ilmiah, esei, kolom, berita, surat, proposal, catatan harian, laporan, pandangan mata, pidato, ceramah, transkripsi percakapan, wawancara, iklam, propaganda, doa dan sebagainya semuanya jadi termasuk sastra, karena mempergunakan bahasa. Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan mengembangkan dirinya. Dengan cakupan yang begitu dahsyat, sastra tidak mungkin tidak berguna. Demikianlah mahasiswa yang sedang menekuni berbagai jurusan, akan selalu, suka tak suka berhubungan dengan sastra



3.    Ilmu Budaya Dasar Yang dihubungkan dengan Prosa

Istilah prosa banyak padanannya. Kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
A. Pengertian Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan baru

Prosa Lami
1.       Dongeng
2.       Hikayat
3.       Sejarah
4.       Epos
5.       Cerita pelipur lara

b)      Prosa Baru
1.       Cerita pendek
2.       Roman/novel
3.       Biografi
4.       Kisah
5.       Otobiografi


4.    IBD yang dihubungkan dengan Puisi

Pembahasan puisi dalam rangka pengajaran Ilmu Budaya Dasar tidak akan diarahkan pada tradisi pendidikan dan pengajaran sastra dan apresiasnya yang murni. Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar.

1. Pengertian Puisi

Puisi (dari bahasa Yunani Kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.

Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

5.    kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.
A.     
Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,
budaya daerah dan budaya nasional
Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian


Daftar pustaka
Nugroho, Widyo dan Muchji, Achamad. (1991)


Read comments


TUGAS ILMU BUDAYA DASAR


Nama : Reza Anugrah
NPM    : 15215817
Kelas   : 1EA26

BAB II ( MANUSIA DAN MASALAH KEBUDAYAAN )


PENGERTIAN KEBUDAYAAN DAN PERADABAN

Pengertian kebudayaan adalah menurut bahasa latin disebut dengan “ Colere “ yang berarti mengolah,mengerjakan,menyuburkan atau mengembangkan,terutama dalam bidang tanah dan bertani .Dan menurut sudut pandang bahasa Indonesia kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu “ Bhuddayah” yang diartikan betuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal . Pendapat lain mengatakan bahwa kata budaya adalah sebagai suatu perkembangan dari kata majemuk budidaya yang berarti daya dan budi . karena iyu budaya dan kebudayaan menurut mereka berbeda . Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta,karsa dan rasa,sedangkan kebudayaan itu sendiri adalah hasil cipta,karsa dan rasa tersebut .
Kebudayaan dan Peradaban . Peradaban adalah kesopanan,beretika,kehormatan dan budi bahasa serta etitut atau sifat yang beradab .Sedangkan kebudayaan adalah hasrat dari gairah yang tinggi serta praktis beraada diatas tujuan dalam hubungan masyarakat contohnya musik,puisi etik,agama,ilmu filsafat dll . Jadi lapisan atas adalah kebudayaan,sedangkan lapisan bawah adalah peradaban .
Pengaburan peradaban dan kebudayaan adalah pengaburan disebut dengan kata kabur dalam arti pemakaiannya . Pengertian umum yang dipakai yaitu bahwa peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang bertujuan untuk memudahkan dan mensejahterakan hidup .





WUJUD KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA

Prof . Dr . Koentjoroningrat menguraikan tentang wujud kebudayaan menjadi 3 macam,yaitu :
Wujud kebudayaan sebagai wujud kompleks dari ide-ide,gagasan,nilai-nilai,norma-norma,peraturan dan sebagainya
Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktifitas serta tindakan yang berpola dari manusia didalam masyarakat .
Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia
Wujud yang pertama adalah wujud ideal kebudayaan . Sifatnya abstrak,tidak bias diraba dan difoto .
Wujud yang kedua adalah wujud system sosial atau social system ,yaitu mengenai tindakan berpola atas dasar manusia iu sendiri .
Wujud yang ketiga adalah kebudayaan fisik,yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat . Sifatnya sangat konkrit bias diraba,dirasakan bahkan bias foto .
Adapun unsur-unsur yang bersifat universal yang dapat kita sebut sebagai isi pokok tiap kebudayaan di dunia ini :
Peralatan dan perlengkapan hidup manusia sehari-hari,misalnya : Pakaian,alat rumah tangga,perumahan,senjata dll
Sistem mata pecaharian dan system ekonominya,misalnya : Pertanian,peternakan,system produksi dll
Sistem kemasyarakatan,misalnya : Kekerabatan,sistem perkawinan,sistem warisan .
Bahasa sebagai media komunikasi,baik lisan maupun tulisan .
Ilmu Pengetahuan
Kesenian,misalnya seni suara,seni music,seni gerak .
Sistem religi-religi yang berbau agama
Masing-masing unsur saling berkaitan dan mempengaruhi secara timbal balik,apabila terjadi perubahan pada satu unsur,maka akan merubah unsur yang lainnya .


HUBUNGAN ANTARA MANUSIA,MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Hubungan Manusia Dengan Masyarakat .

Manusia hidupnya selalu berada didalam masyarakat . Hal ini bukan hanya sekedar ketentuan ( konstrateren ) semata-mata,melainkan mempunyai arti yaitu bahwa hidup bermasyarakat itu adalah rikun bagi manusia agar benar-benar dapat mengembangkan budayanya dan mencapai suatu kebudayaan . Tanpa masyarakat hidup manusia tidak dapat menunjukkan sifat-sifat kemanusiaannya .

Hubungan Manusia Dengan Kebudayaan

Dari segi pandang antropologi,manusia dapat ditinjau dar 2 segi,yaitu :
Manusia sebagai makhluk biologi
Manusia sebagai makhluk sosio-budaya
Kesimpulannya : Bahwa hanya manusialah yang dapat menghasilkan kebudayaan,dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa manusia .
Hubungan Masyarakat Dengan Kebudayaan

Masyarakat dan kebudayaan sayangan erat hubungannya karena kebudayaan berasal dari masyarakat yang sudah berlaku sejak lama,jadi erat sekali antara hubungan masyarakat dengan kebudayaan .kebudayaan tidak mungkin timbul tanpa adanya masyarakat dan eksistensi masyarakat itu sendiri hanya dapat dimungkinkan oleh adanya suatu kebudayaan .

Hubungan Manusia,Masyarakat Dan Kebudayaan

Hubungan manusia,masyarakat dan kebudayaan sangat berkaitan erat dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat lagi untuk dipisahkan dalam artinya yang utuh .
Dan akhirnya dimana manusia hidup bermasyarakat,disanalah ada kebudayaan dan semuanya yang menjadi benda penyelidikan sosiologi .
MASALAH KEBUDAYAAN SOAL KEHIDUPAN

Kebudayaan soal kehidupan ini sangat mempengaruhi pola kehidupan manusia yang beraneka ragam,suku,budaya dan agama . Didalam bermasyarakat/sosialisasi kebudayaan itu sendiri adalah kenyataan yang dilahirkan manusia oleh perbuatan atau cara,karena kebudayaan ini merupakan ciri khas suatu kehidupan bermasyarakat .Dan semua cipta laku perbuatan manusia sehari-harinya atau selama hidupnya dalam rangka hubungan dengan manusia lainnya dan alam,masuk kedalam kategori kebudayaan .Dan ada 7 faset yang dilakukan dan diperbuat oleh manusia,ke-7 faset tersebut adalah Bidang Sosial,Bidang Ekonomi,Politik,Pengetahuan,Teknik,Kesenian,Filsafat dan Agama .

PENGARUH BARAT DAN KEBUDAYAAN NASIONAL

Kebudayaan barat yang disebut kebudayaan modern itu dimulai pada jaman Renaisance . Bangsa-bangsa eropa terus masuk ke Indonesia untuk menyebarkan kebudayaan barat,contohnya ilmu pemgetahuan/ilmu teknologi,sistem sosial,sistem ekonomi,peralatan,bahasa eropa,kesenian  ( sastra,tari,music,bangunan ) dan agama Kristen .

Kebudayaan Nasional Indonesia

Berbicara mengenai kebudayaan nasional ini,tidak bias menghadirkan kenyataan bahwa berbagai pihak sedang mendiskusikannya dan belum kunjung tuntas . Dari medan diskusi para budayawan tersebut dapat ditarik 2 kesimpulan,yaitu :
Kebudayaan Nasional Indonesia adalah berupa puncak dari suku-suku yang menghuni bumi nusantara ini .
Kebudayaan  Nasional Indonesia adalah hasil sintesa dari berbagai jenis budaya suku tersebut,yang membentuk pola baru .
Kebudayaan Nasional Indonesia mempunyai arti inilah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia,mengandung unsur-unsur yang bias diterima dimasyarakat serta mengandung kesamaan dan unsur umum bias diterima dimasyarakat . Contohnya adalah :
Pancasila
Undang-Undang Dasar 1945 ( UUD 1945 )
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Bendera Merah-Putih,Lagu Indonesia Raya dan Lambang Garuda
Bahasa Indonesia
Kepercayaan Pada Roh Nenek Moyang
Sikap Ramah Dan Saling Gotong Royong
Modernisasi Dan Pembangunan

KEBUDAYAAN DAN AGAMA

Agama dalam pengertian “ Addien “ sumbernya adalah wahyu dari Tuhan . Sedangkan kebudayaan sumbernya berasal dari manusia itu sendiri . Jadi agama tidak dapat dimasukkan kedalam lingkungan kebudayaan selama manusia berpendapat bahwa Tuhan tidak dapat dimasukkan kedalam hasil ciptaan manusia .
Bagi orang atheis umumnya beranggapan bahwa Tuhan berasal dari ciptaan manusia,sedangkan menurut orang beragama/ber-Tuhan kebalikan dari pernyataan orang atheis . Agama itu sendiri bukan produk dari manusia dan tidak berasal dari ciptaan manusia melainkan ciptaan dari Tuhan Yang Maha Esa .

Agama Islam Sebagai Sumber Kebudayaan

Untuk memberi gambaran bahwa islam itu agama yang lengkap sebagai dasar sumber kebudayaan dapatlah dibuktikan melalui isi Al-Quran yaitu meliputi segala aspek persoalan hidup dan kehidupan,diantaranya adalah :
Dasar-Dasar Kepercayaan Dan Ideologi
Hikmah Dan Filsafat
Budi Pekerti,Kesenian,dan Kesusasteraan
Sejarah Umat Dan Biografi Nabi - Nabi
Undangan-Undangan Masyarakat
Kenegaraan Dan Pemerintahan
Kemiliteran dan Undang – Undang Perang
Hukum Perdata ( Mu’amalat )
Hukum Pidana ( Jinayat )
Undang-Undang Alam Dan Tabiat

Pengaruh Agama Terhadap Kebudayaan

Pengaruh agama terhadap kebudayaan disini dapat diartikan dengan perpaduan/campuran antara 2 kepercayaan yng telah ada . Contohnya : Mayoritas orang jawa memadukan antara agama islam yang bercampur Buddha atau bias dengan kepercayaan agama islam dengan kepercayaan dari jaman nenek moyang .Dan disini menjelaskan bahwa agama islam adalah satu-satunya agama yang lengkap dan sebagai sumber kebudayaan .


       
Sumber    : Buku Ilmu Budaya Dasar
Karangan    : Drs . Joko Tri Prasetya , DKK
Penerbit    : Rineka Cipta
Daftar Pustaka :
Abu Ahmadi , Drs ., Antropologi Budaya , CV . Pelangi , Surabaya 1986
Supribadi Satrosupono, M ., Ilmu Budaya Dasar , UKSW , Salatiga , tiga , 1987
Koentjaraningrat , Dr ., Pengantar Antropologi , PT. Penerbit Universitas Djakarta , 1959
Selo Soemardjan Soelaeman Soemadi , Setangkai Bunga Sosiologi , Penerbit Fak . Ekonomi , Universitas Indonesia , Jakarta , 1974

Read comments