Tugas Softskill Etika Bisnis
Nama : Reza Anugrah
NPM : 15215817
Kelas : 3EA25
Definisi Etika Bisnis Sebagai Sebuah Profesi
Hakekat Mata Kuliah Etika Bisnis
Menurut Drs. O.P Simorangkir
bahwa hakikat etika bisnis adalah menganalisis atas asumsi-asumsi bisnis, baik
asumsi moral maupun pandangan dari sudut moral.
Definisi Etika Bisnis
-
Definisi Etika
Menurut Rosita Noer :
Etika adalah ajaran
(normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi
tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Menurut Drs. O.P.
Simorangkir :
Etika atau etik sebagai pandangan
manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Drs. Sidi Gajalba dalam
sistematika filsafat :
Etika adalah teori tentang
tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang
dapat ditentukan oleh akal.
Jadi kesimpulan tersebut
adalah etika merupakan ajaran dan pengetahuan manusia dalam berperilaku yang
dipandang baik dan buruk yang ditentukan oleh akal.
-
Definisi Bisnis
Stainford (1979);
Business is all those
activities in providing the goods and services needed or desired by people.
Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa
yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi
perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha,
maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha.
Brown dan Petrello (1976):
Business is an institution
which produces goods and services demanded by people. Artinya bisnis ialah
suatu lembaga menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat
pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
Jadi, kesimpulanya bisnis
adalah aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau
diinginkan oleh konsumen yang dapat dilakukan oleh perusahan atau perorangan
yang memiliki badan hukum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil memperoleh
laba.
-
Pengertian Etika Bisnis:
Menurut Steade et al (1984 :
701), dalam bukunya ”Business, Its Natura and Environment An Introduction”
Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat
keputusan bisnis.”
Menurut Velasques(2002),
etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan
salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam
kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.
Jadi, kesimpulannya etika
bisnis adalah tujuan dan cara membuat keputusan bisnis yang berkonsentrasi pada
moral yang baik dan benar.
Contoh praktek etika bisnis
yang dihubungkan dengan moral :
Uang milik perusahaan tidak
boleh diambil atau ditarik oleh setiap pejabat perusahaan untuk dimiliki secara
pribadi. Hal ini bertentangan dengan etika bisnis. Memiliki uang dengan cara
merampas atau menipu adalah bertentangan dengan moral. Pejabat perusahaan yang
sadar etika bisnis, akan melarang
pengambilan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi, pengambilan yang
terlanjur wajib dikembalikan. Pejabat yang sadar, disebut memiliki kesadaran
moral, yakni keputusan secara sadar diambil oleh pejabat, karena ia merasa
bahwa itu tanggung jawabnya, bukan saja selaku karyawan melainkan juga sebagai
manusia yang bermoral.
ETIKET MORAL, HUKUM DAN AGAMA
Perbedaan Etika dan Etiket :
Seringkali dua istilah tersebut disamakan artinya, padahal perbedaan antara keduanya sangat mendasar. Dari asal katanya saja berbeda, yakni Ethics dan Ethiquetle. Etika berarti moral sedangkan Eiket berarti sopan santun.
Namun meskipun berbeda, ada persamaan antara keduanya, yaitu :
Seringkali dua istilah tersebut disamakan artinya, padahal perbedaan antara keduanya sangat mendasar. Dari asal katanya saja berbeda, yakni Ethics dan Ethiquetle. Etika berarti moral sedangkan Eiket berarti sopan santun.
Namun meskipun berbeda, ada persamaan antara keduanya, yaitu :
·
Keduanya menyangkut
perilaku manusia
·
Etika dan eiket mengatur
perilkau manusia secara normative, artinya memberi norma bagi perilku manusia
dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh
dilakukan.
Perbedaannya yang penting antara lain yaitu :
·
Etiket menyangkut cara
suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Diantara beberapa cara yang mungkin,
etiket menunjukkan cara yang tepat, artinya cara yang diharapkan serta
ditentukan dalam suatu kalangan tertentu.
·
Etika tidak terbatas
pada cara dilakukannya suatu perbuatan. Etika menyangkut pilihan yaitu apakah
perbuatan boleh dilakukan atau tidak.
·
Etiket hanya berlaku
dalam pergaulan. Bila tidak ada saksi mata, maka maka etiket tidak berlaku.
·
Etika selalu berlaku
meskipun tidak ada saksi mata, tidak tergantung pada ada dan tidaknya
seseorang.
·
Etiket bersifat relatif
artinya yang dianggap tidak sopan dala suatu kebudayaan, isa saja diangap sopan
dalam kebudayaan lain.
·
Etika jauh lebih
bersifat absolut. Prinsip-prinsipnya tidak dapat ditawar lagi.
·
Etiket hanya memadang
mausiadari segi lahiriah saja.
Etika menyangkutmanusia dari segi dalam. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.
Etika menyangkutmanusia dari segi dalam. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.
Perbedaan Moral dan Hukum :
Sebenarnya ataa keduanya terdapat hubungan yang cukup erat. Karena anatara satu dengan yang lain saling mempegaruhi dan saling membutuhkan. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Karena itu hukum harus dinilai/diukur dengan norma moral. Undang-undang moral tidak dapat diganti apabila dalam suatu masyarakat kesadaran moralnya mencapai tahap cukup matang. Secaliknya moral pun membutuhkan hukum, moral akan mengambang saja apabil atidak dikukuhkan, diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat. Dengan demikian hukum dapat meningkatkan dampak social moralitas.
Walaupun begitu tetap saja antara Moral dan Hukum harus dibedakan. Perbedaan tersebut antara lain :
Sebenarnya ataa keduanya terdapat hubungan yang cukup erat. Karena anatara satu dengan yang lain saling mempegaruhi dan saling membutuhkan. Kualitas hukum ditentukan oleh moralnya. Karena itu hukum harus dinilai/diukur dengan norma moral. Undang-undang moral tidak dapat diganti apabila dalam suatu masyarakat kesadaran moralnya mencapai tahap cukup matang. Secaliknya moral pun membutuhkan hukum, moral akan mengambang saja apabil atidak dikukuhkan, diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat. Dengan demikian hukum dapat meningkatkan dampak social moralitas.
Walaupun begitu tetap saja antara Moral dan Hukum harus dibedakan. Perbedaan tersebut antara lain :
·
Hukum bersifat obyektif
karena hukum dituliskan dan disusun dalam kitab undang-undang. Maka hkum lebih
memiliki kepastian yang lebih besar.
·
Norma bersifat subyektif
dan akibatnya seringkali diganggu oleh pertanyaan atau diskusi yang
menginginkan kejelasan tentang etis dan tidaknya.
·
Hukum hanya membatasi
ruang lingkupnya pada tingkah laku lahiriah manusia saja.
·
Sedangkan moralitas
menyangkut perilaku batin seseorang.
·
Sanksi hukum bisanya
dapat dipakasakan.
·
Sedangkan sanksi moral
satu-satunya adalah pada kenyataan bahwa hati nuraninya akan merasa tidak
tenang.
·
Sanksi hukum pada dasarnya
didasarkan pada kehendak masyarakat.
·
Sedangkan moralitas
tidak akan dapat diubah oleh masyarakat
Perbedaan Etika dan Agama :
Etika mendukung keberadaan Agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah.
Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional. Sedangkan Agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahtu Tuhan dan ajaran agama.
Etika mendukung keberadaan Agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah.
Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional. Sedangkan Agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahtu Tuhan dan ajaran agama.
Etika dan Moral
Etika lebih condong kearah ilmu tentang baik atau buruk. Selain itu etika lebih sering dikenal sebagai kode etik.
Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk.
Dua kaidah dasar moral adalah :
Etika lebih condong kearah ilmu tentang baik atau buruk. Selain itu etika lebih sering dikenal sebagai kode etik.
Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan atau nilai yang berkenaan dengan baik buruk.
Dua kaidah dasar moral adalah :
·
Kaidah Sikap Baik. Pada
dasarnya kita mesti bersikap baik terhadap apa saja. Bagaimana sikap baik itu
harus dinyatakann dalam bentuk yang kongkret, tergantung dari apa yang baik
dalam situasi kongkret itu.
·
Kaidah Keadilan. Prinsip
keadilan adalah kesamaan yang masih tetap mempertimbangkan kebutuhan orang
lain. Kesamaan beban yang terpakai harus dipikulkan harus sama, yang tentu saja
disesuaikan dengan kadar angoota masing-masing.
KLASIFIKASI ETIKA
Menurut buku yang
berjudul “Hukum dan Etika Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M, etika
dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Etika
Deskriptif
Etika deskriptif yaitu etika di mana objek yang
dinilai adalah sikap dan perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya
sebagaimana adanya. Nilai dan pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini
tercemin pada situasi dan kondisi yang telah membudaya di masyarakat secara
turun-temurun.
2. Etika
Normatif
Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau
massyarakat sesuai dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum
dinilai memenuhi tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat.
Adanya tuntutan yang menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam
menjalankan kehidupannya.
3. Etika
Deontologi
Etika deontologi yaitu etika yang dilaksanakan
dengan dorongan oleh kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak
lain dari pelaku kehidupan. Bukan hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang
ditimbulakan oleh sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari sesuatu
aktivitas yang dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat
atau pihak lain.
4. Etika
Teleologi
Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa
tujuan yang dicapai oleh para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika
bertujuan baik. Artinya sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan
mempunyai akibat yang baik. Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait,
maupun dilihat dari kepentingan semua pihak. Dalam etika ini dikelompollan
menjadi dua macam yaitu :
-
Egoisme
Egoisme
yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain mungkin
tidak baik.
-
Utilitarianisme
Utilitarianisme
adalah etika yang baik bagi semua pihak, artinya semua pihak baik yang terkait
langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh yang baik.
5. Etika
Relatifisme
Etika relatifisme adalah etika yang dipergunakan di
mana mengandung perbedaan kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok
universal atau global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok passrial, misalnya
etika yang sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi, sifat dan
lain-lain. Dengan demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang
bersifat global.
Konsepsi
Etika Bisnis
Konsep etika bisnis tercermin pada corporate culture (budaya
perusahaan). Menurut Kotler (1997) budaya perusahaan merupakan karakter suatu
perusahaan yang mencakup pengalaman, cerita, kepercayaan dan norma bersama yang
dianut oleh jajaran perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari cara karyawannya
berpakaian, berbicara, melayani tamu dan pengaturan kantor.
Dasar pemikiran:
Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup
apabila perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh orang-orang yang
ahli dan menyenangi pekerjaannya.
Agar perusahaan tersebut mampu melangsungkan hidupnya, ia
dihadapkan pada masalah:
1.
intern,misalnya
masalah perburuhan
2.
Ekstern,misalnya
konsumen dan persaingan
3.
Lingkungan, misalnya
gangguan keamanan
Pada dasarnya ada 3 hal yang dapat membantu perusahaan mengatasi
masalah di atas yaitu:
1.
Perusahaan tersebut
harus dapat menemukan sesuatu yang baru.
2.
Mampu menemukan yang
terbaik dan berbeda
3.
Tidak lebih jelek dari
yang lain
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu memiliki nilai-nilai yang
tercermin pada:
1.
Visi
2.
Misi
3.
Tujuan
4.
Budaya
organisasi
BUDAYA ORGANISASI
Pada budaya organisasi terdapat unsur
1.
Memecahkan masalah
baik internal maupun eksternal organisasi
2.
Budaya tersebut dapat
ditafsirkan secara mendalam
3.
Mempunyai persepsi
yang sama
4.
Pemikiran yang sama
5.
Perasaan yang sama
FUNGSI DAN MANFAAT BUDAYA PERUSAHAAN
1. Fungsi
menentukan maksud dan tujuan organisasi dengan fungsi tersebut
organisasi akan mengikat anggotanya.
2. Manfaat
a. mampu memecahkan
masalah intern
b. mampu memecahkan masalah
ekstern
c. mampu memiliki daya
saing
d. mampu hidup jangka panjang
KUNCI MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN
1. Memahami proses terbentuknya budaya perusahaan
a. Alamiah
b. Konseptual
sumber budaya
perusahaan adalah :
- karakteristik
pemimpin
- jenis
pekerjaan
- cara
memecahkan masalah
2. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi
budaya perusahaan.
a. Nilai
b. Ideologi
c. Norma
3. Langkah-langkah membangun budaya
perusahaan:
a. menemukan
masalah dalam organisasi
b. menemukan
opini yang berkembang
c. menganalisis
opini dari:
-
lingkup
-
pemunculan
-
kompetensi
-
mutu
-
kadar
4. Menentukan strategi
5. Membuat program
6. Merumuskan pesan yang dapat mengubah
a. opini
negatif menjadi positif
b. opini
positif menjadi lebih positif
7. menciptakan opini baru yang positif tercermin pada:
a. individul
image
b. unit
image
c. coorporate
8. Budaya perusahaan dapat dibagi menjadi:
a. Pertama
: Produk
b.Kedua :
Organisasi
- Perhatian pada
karyawan (suasana, keejahteraan)
- Perhatian pada tata
kerja
- Menyangkut pada
sistem dan prosedur aturan-aturan kerja
- Perhatian pada
sarana/peralatan


